Beranda Kabupaten Malang Wabup Malang Terima Kunjungan Dirut Pusat Jantung Nasional

Wabup Malang Terima Kunjungan Dirut Pusat Jantung Nasional

18
5

MAC-KABUPATEN MALANG- Wakil Bupati Malang, H. Didik Gatot Subroto menerima kunjungan Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Jantung dan Pembuluh Darah Nasional Harapan Kita (RSJPDHK) Jakarta, Dr. dr. Iwan Dakota di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan, Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (26/8) pagi.

Kunjungan ini sebagai langkah tindak lanjut menyusul kesepakatan antara RSUD Kanjuruhan resmi menjadi jejaring dengan RSJPDHK, Maret lalu. Dalam kesempatan ini, Wabup didampingi jajaran direksi RSUD Kanjuruhan dan Dr. dr. Iwan Dakota beserta rombongan terlibat diskusi serta dilanjutkan peninjauan sejumlah ruangan pelayanan dan lahan milik RSUD Kanjuruhan.

Pemkab Malang secara bertahap, akan memenuhi Sumber Daya Manusia (SDM) dari RSJPDHK sebagai pengampu. Termasuk Sarana dan Prasarana (Sarpras) dalam pelayanan penyakit jantung. Sebelumnya, Bupati Malang, H. M Sanusi berkunjung ke RS Jantung Harapan Kita di Jakarta, Maret lalu, sehingga menghasilkan kesepakatan tersebut. Dalam pelayanan kesehatan jantung, RSJPDHK akan menjadi pengampu dalam penanganan penyakit jantung di RSUD Kanjuruhan.

Wabup Malang, Didik Gatot Subroto membenarkan Pemkab Malang akan membangun gedung khusus yang digunakan sebagai pusat pelayanan kesehatan jantung ‘one stop service’. Harapannya, dengan jejaring ini, RSUD Kanjuruhan mampu turut meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kabupaten Malang. Sementara, RSJPDHK selama ini tercatat sebagai rumah sakit khusus yang menjadi pusat rujukan untuk penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular). Disampaikannya, langkah ini menjadi bagian program unggulan yang sudah disepakati Bupati Malang, H. M. Sanusi bersama-sama dirinya.

“Diharapkan tahun 2022 bisa dimulai dibangun. Mudah-mudahan ini segera selesai. Tentunya, kita bisa sedikit menggeser anggaran untuk memulai kegiatan pembangunannya. Hari ini, sudah ada diskusi kecil yang sedang dipersiapkan. Dengan dukungan SDM nya dan coba disinkronisasikan. Insya Allah pada tahun depan, jika dimungkinkan akhir tahun 2020, ketika pasien bisa digeser ke belakang dan STIKES Kanjuruhan sesuai masukkan beliau menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan. Sehingga Pusat Jantung ini akan memiliki gedung dengan muka sendiri. Layanan kesehatan dan pendidikan itu menjadi layanan dasar maka pemerintah harus hadir dengan memberikan layanan murah, bagus dan cepat. Jika ini bisa tercapai maka peran Pemerintah itu menjadi sempurna” jelas Wabup Malang, Didik Gatot Subroto.

Terpisah, Direktur Utama RSJPDHK Jakarta, Dr. dr. Iwan Dakota menyampaikan, atas nama Pusat Jantung Nasional mewakili Kementerian Kesehatan datang ke RSUD Kanjuruhan untuk meninjau rumah sakit- rumah sakit yang akan mengembangkan layanan kardiovaskular. Pihaknya pun sudah dua kali mendengarkan presentasi RSUD Kanjuruhan dan kini melihat langsung kondisinya bagus. Diakuinya, hasil dari visitasi, situasi RSUD Kanjuruhan memang layak untuk dikembangkan sebagai rumah sakit jejaring. Alasannya ada dua, yakni jumlah penduduk di Kabupaten Malang sudah lebih dari 3 juta, dengan luas wilayah yang memiliki 33 kecamatan. Selain itu, Kabupaten Malang sudah layak memiliki atau berdiri ada satu rumah sakit pusat jantung di Kota Kepanjen.

“Kita akan mensupport apa yang direncanakan disini baik financial dan non financial seperti keterampilan dan ahli keterampilan terkait dengan pelayanannya nanti. Barangkali ini akan menjadi fokus perhatian prioritas untuk pengembangan wilayah ke depan. Kalau nantinya ada rencana membangun pusat jantung disini, kita barangkali dari Pusat Jantung Nasional mewakili Kementerian Kesehatan akan support penuh. Kalau lahan ini dikerjakan tahun depan, awal tahun 2023 sudah bisa dioperasionalkan. Harapannya, kita ingin ada jejaring kardiovaskular ini bisa dilayani di tempatnya masing-masing. Keuntungannya, masyarakat tidak perlu ke Surabaya dan Jakarta. Orang sakit Jantung itu perlu biaya, terlebih yang datang bukan dia sendiri. Kalau dilayani disini, jelas akan lebih nyaman, apalagi mutu layanannya setara dengan rumah sakit Jantung di Jakarta. Kita ingin seperti itu sehingga nanti masyarakat akan dimudahkan aksesnya, lebih ekonomis dan nyaman,” jelasnya.

Baca Juga: Kapolres Malang Pimpin Upacara HUT Polwan ke-73, Dilanjutkan Pengecekan Gaktibplin Anggota Polwan – Javasatu.com

“Jika di Kabupaten Malang memiliki Rumah Sakit Pusat Jantung, maka bagi Pemda ini akan menjadi previlege karena bisa layani sendiri. Bagi Pemerintah Pusat, dikatakannya, tentunya akan mengurangi beban pelayanan karena masyarakat Kabupaten Malang bisa dilayani sendiri oleh RSUD Kanjuruhan. Dengan demikian, ia pun berharap, pelayanan kesehatan menurut Kemenkes harus ada pemerataan pelayanan,tidak hanya terpusat di Jakarta saja,” pungkas Dr. dr. Iwan Dakota. (Admin)

Artikel sebelumyaDi Kabupaten Malang Atasi Pengangguran dengan Pelatihan Digital Marketing
Artikel berikutnyaKapolda Jatim Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi di NUIS Pakis Malang

5 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here